Piknik : Bali, Hari ke-3


Hari ke tiga di bali berarti hari terakhir pikniknya 😄.. Tujuanya wisatanya cuma dua pertama pure tanahlot dan tujuan berikutnya pulang ke lampung .


Kue pisangnya enak.. Itu yang ketan kering entah apa namanya,  aku suka.

Ok.. Cerita sedikit tentang pure tanah lot koreksi ya kalau saya salah, soalnya ini kan hasil yang saya tangkap dari penjelasan ni putu lina.

Pure ini Terletak di Kabupaten tabanan, tabanan ini dari nama raja dan merupakan lumbung padi di bali. Pure tanah lot dibangun pertengahan abad 15 tapi sering juga dibulatkan pada abad 16. dibangun oleh seorg resi yg berasal dari jawa datang ke bali dengan sebuah labu.. Ini ceritanya kan dulu pada sakti semua jadi sebelum ada pesawat terbang cukup dengan labu perjalanan dari jawa kebali cuma sekejap mata.  Gue si percaya aja karena dulu kan orang baik masih banyak 😁✌️. Dalam perjalan yang sdah masuk di daerah bali sang resi melihat sinar yg ternyata sumber air dan merasakan ada kekuatan suci lalu beliau meminta bantuan warga untuk membangun pure dan dibagunlah pure untuk dewa lautan. Oya nama resi ini  dangnyang nirarta. Melihat pembanguna pure Kibede iri dan terjadilah pertarungan hebat, dangnyang nirarta mengibaskan selendang yang berubah menjadi ular suci yang sekarang kadi penunggu pure tanah lot. Dalam pertarungan dua orang sakti ini dangyang nirarta Menunjukan kesaktianya beliau mendorong pure yg tadi nya menempel di tebing ke arah lautan sehingga terbentuklah tanah dan lautan. Kibende susakti kalah dan meminta jadi murit dangnyang nirarta kemudian Diangkat menjadi pengikut yang paling utama. Dangnyang melanjutkan perjalanan  ke ulu watu dan meminta kibende mengantikan beliau dalam menjaga pure tanah lot, tapi kibende menolak dan sebagai gantinya dangnyang nirarta mengeluarkan keris  jaremenare berupa keris sebagai penjaga pure dan sekarang keris itu ada di puri tabanan.

Tanah lot artinya tanah dan laut. Mengambarkan posisi pure yang terpisah dari daratan dan laut. Di sini juga ada pure tanah bolong. Dan ini salah satu foto pure tanah lot dari tempat yang kurang jelas hehe


ini karang bolong yang ada di bali, ada purenya juga dengan nama yang sama.



Dan lagi-lagi ada tempat kece

Gue idah tau bali itu indah, bali itu bagus dll.. Tapi memang beda kalau liat langsung. Yang gue salutin pemda dan warga setempat mereka membuat aturan tegas bahwa di bali tidak boleh buang sampah sembarangan bisa di denda, bahwa di bali bangunan tidak boleh melebihi pohon kelapa untuk menghindari kesenjangan, pasar ditata rapih, dll..

Dari perjalanan ini gue sadar kalau Lampung punya potensi objek wisata yang ngak kalah bagus dari bali tapi pengelolaanya yang kurang dan kontrol dari pemda juga kurang. Pahawang, pulau pisang, killuan, krui, sari ringgung. Kalau di kelolah lebih serius bisa jadi pemasukan daerah dan tentu masyarakat setempat juga bisa lebih makmur.


Perjalanan ini ngebuat gue sadar.. Setelah gue ngeliat dp bbm salah satu teman di kantor.. Yang intinya Waktu denga keluarga itu penting, merekalah tempat yang bisa menerima kamu apa adanya yang paham kamu seperti apa dan tempat kamu kembali. Orang -orang  yang akan menghawatirkan kamu kalau kamu sakit orang-orang yang ikut banga, senyum dan bahagia kalau kamu sukses, ya itu keluarga kita.

Gue jadi mikir kalau ada uang yang bisa gue gunain buat jalan-jalan ke luar negeri atau ke daerah jauh seperti bali ini  dan gue jalan sendirian atau sama pacar rasanya egois dan buang buang uang. Pembenaran dengan mengatakan bahwa “ini kan cuma sekali entah kapan bisa ke sini lagi?”.. “Ini buat refreshing”  Ngak bisa diterima otak gue. Lebih baik dengan uang itu gue habiskan waktu bersama keluarga. Gue sering bilang saat training “hari-hari kita selama hidup hampir setengahnya dihabiskan buat kerja  .. Berangkat pagi pulang sore. Sedangkan buat keluarga biasanya saat kita libur itu kalau kita ngak punya kegiatan baren teman atau lainya, apalagi yang di rantauan”.

Satu lagi yang ngebuat gue sadar. “De kok kamu ngak heboh kayak yg lainya”. “De mana foto selfi mu? Kalau ngak ada fotomu nanti di bilang hoax loh”.

Apa perlu pengakuan dan pemberitahuan kita ke umum perihal kita sedang apa dan dimana?. Yang gue takutin timbul rasa pamer saat upload foto selfie, ada yg bilang “berbagi kebahagiaan” saya rasa bukan denga banyak upload foto selfie ya.. haha. Kalau kita benar – benar bahagia ya ngak perlu di pamerkan seakan butuh pembenaran dan pengakuan.  Cuma demi kata “Wah hebat, wah keren..”.

Pulang dari bali Saya rasa butuh  guru ngaji lagi ni…

Ok bali terimakasih..

Iklan