Setahun Limaunipes

via WordPress for Windows app.

selamat satu tahun terlewati limau!!. Seingat ku buat blog ini februari eh taunya januari kayak yang punya juga januari lahirnya 😆.

Alhamdulillah puji syukur.
Sebagai bentuk syukuranya aku mau sharing cerita lama dari sisi gelap dunia ku, kisah berdarah.

Donor Darah

aku udah pernah cerita belum ya di blog ini? Tapi rasanya si belum ya.. Tapi fotonya sudah aku upload ke galery wordpress. Jadi ini mau berbagi kisah aja.. Kisah berdarah 😄.

↪  Sudah pernah donor darah?

↪ apa rasanya donor darah ?

sebelum itu kita mundur beberapa tahun lalu. Dedi anak pak lubis kecelakaan motor kakinya patah di bawa ke sangkalputung tapi ngak sembuh di pasang pen kepeleset eh patah lagi. sampai dua tahun berselang saat kakinya mulai panjang sebelah dan baru muncul pahlawan kita Dokter pito dokter ortopedi dari solo jadi dokter tulang di Rumah Sakit Umum kota metro lampung.

waktu itu tahun pertama aku kerja di toko obat dan aku tidak kenal sama sekali dengan dedi ini, cuma yang punya toko obat akrab dan sudah seperti saudara sendiri dengan keluarga dedi yang kebetulan rumahnya cuma di sebelah toko 😆.

singkat cerita aku jadi seperti perawat pribadinya dedi. Mulai dari mengurus JAMKESMAS sampai mengurus proses operasi. 3 bulan. Aku pikir keluarga dedi akan datang semua ternyata cuma kami bertiga. Bapaknya dedi dan ibu nya dedi. Bapaknya dedi sibuk mondar mandir was-wasan jadi ibunya dedi intuksi ke saya kalau sebaiknya bapaknya dedi di suruh pulang sajahhh.. Dan dia beneran pulang. Haha hari itu luar biasa kawan-kawan.

kita dibuat menunggu. Dr pito datangnya lama sangking lamanya degdegan ini jadi apa ngak karena ini sudah jadwal yang ketiga kalinya. Kalau cancle lagi bubar semuanya. Dr pito datang. Dan dedi dibawa masuk keruangan operasi. Sebelum menutup pintu salah satu dokter bilang ” siapkan darah dua kantong”. Kepanikan dimulai.

aku coba ke Bank darah rumah sakit tersebut dan sepertinya sudah biasa ya atau setingan setiap di tanya ada darah atau tidak mereka jawabnya kosong. Ke kantor PMI juga kosong. Makin panik. Aku hubungi semua teman dan buat BC di BBM. Sunguh ini saya merasa bersalah sering mengabaikan BC dari teman yang cari donor darah. Tau rasa pokonya.

aku coba hubungi keluarga dedi dan cari info dengan sesama pasien. Hasilnya beli darah. Ya.. Sudah jadi rahasia umum. Awalnya aku ragu karena aku tau pasti mereka ini sindikat dan kualitas darahnya diragukan. Tapi ya bisa apa kalau terdesak dan tidak ada pilihan. Dibayarlah per satu orang 250.

dan ternyata kawan… Darahnya cuma buat cadangan buat stock kalau dedi kekurangan darah. Jadi hari itu tidak dipakai. Ini rasanya aku pingin nyekek dokernya haha. Dia ngak tau kalau aku sampai mengemis dan nangis untuk dua kantong darah yang ngak geratis itu.

operasinya lancar tapi karena patah tulang ini sudah dua tahun maka ujung dari tulang yang patah jadi keropos sehingga perlu di kikis agar tulangnya terangsang dan bisa tumbuh. Iya itu sederhananya kalau bahasa medisnya aku ngak tau. Akhirnya kaki dedi memendek 3cm.

sore harinya si dedi siuman dari pengaruh obat bius. Dan langsung teriak-teriak minta minum tapi belum dibolehkan. Sedih ngeliatnya kayak ikan, ngap-ngapan. Keesokan harinya setelah kontrol ternyata dedi butuh darah tambahan. Dua kantong yang di simpan dan satu kantong tambahan dari rumah sakit ( ternyata mereka simpan satu kantong buat jaga-jaga) labas alias lewat kayak minum air. Ngak ngefek. Benar kecurigaan ku. Panik lagi riweh lagi.

singkat cerita ada teman. Yang bantu donor dan minta ke PMI yang ada di bandar lampung. Ini beneran ribet bet bet dah.

itu gambar kondisi kaki dedi sudah sekitar seminggu setelah operasi.

nah dari kejadian ini kenapa waktu mba santi nulis tentang donor darah gue jadi ingat lagi kalau dulu pernah bertekat harus donor darah kalau sudah kuat 💪 ( cuma cari alasan). agak takut jarum suntik.

waktu itu libur kerja weekend liat status orang yang tidak saya kenal habis donor darah. Inbox-an dan akhirnya dia bersedia menghantarkan saya karena tidak tau posisi poskonya PMI. Padahal ini beneran ya kita ngak kenal cuma main percaya aja. Ternyata dia ini memang sudah rutin donor dan selalu membawa pendonor baru tiap bulanya.

jadi apa rasanya donor darah?..

tidak semenakutkan dan semenyakitkan yang dibayangkan. Biasa aja. Haha padahal ya buat ngeyakinin hati butuh setahunan. Pas dijalanin lah ternyata cuma gitu doang? *sombiong*. Kuncinya cuma rileks atau pasrah aja pas di suntik dan memang jarumnya cukup besar haha. Setelah selesai kita dapat segelas susu , satu butir telur rebus dan empat kaplet multivitamin. Aku cuma ambil multivitaminya. Apa sempoyongan atau pusing setelah donor darah? Kalau pengalaman ku biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Hamdalah niat dan resolusi tahun 2015 ku untuk donor darah telah terlaksana.

Tiga bulan berselang dapat undangan via sms untuk melakukan donor darah lagi.. Tapi belum donor lagi 😆.

so.. Buat kawan-kawan jangan ragu untuk donor darah. Darah yang kita sumbangkan itu berarti nyawa untuk orang lain.

lawan rasa taku dengan menghadapinya jangan jadi pengecut yang selalu lari dan bersembunyi.

Iklan