Supernova: Partikel

partikel

Sumber foto dari goodreads.com

Berawal dari kebosanan gue yang udah seminggu cuma di kost-an dan masih dalam keadaan badan yang belum fit dan ada teman yang ngajak jalan tepatnya nemenin dia cari perumahan , selesai urusan dia gantian  dia nemening gue ke gramedia.

Dari awal masuk gramed gue udah kepikiran buat beli partikel ngelanjutin seri sebelumnya petir yang udah gue baca awal tahun kemarin. alasan kenapa gue baru mau baca sekarang karena pernah ada tulisan yang bilang kalau partikel ini tebal dan ceritanya agak bertele-tele dan ternyata lumayan cepat gue ngelahap 300an halaman 8 jam dari jam 8 malem sampai 3 pagi dan lanjut 2 jam di kantor haha iya gue kan masih dalam keadaan sakit jadi sama teman-teman gue dilarang kerja jadilah gue cuma bengong di kantor. sekarang bukunya sudah pindah tangan 😀

Partikel. toko utamanya zarah dia juga yang sebagai partikel, sosok yang dekat dengan alam. awalnya aku pikir zarah ini bakal ketemu dengan diva yang dikabarkan hilang di hutan … (lupa), apa lagi setelah zarah jadi photografer  gue makin yakin dia bakal ketemu diva dan ternyata ngak ada diva haha.

Gue suka tulisan dee tapi untuk partikel ini menurut gue ya (yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa) partikel supernova paling jelek dari 3 buku sebelumnya!. ok gue bisa ngakak pas baca ketika zarah sekolah dan ketemu koso. dari awal kan supernova ini bukan model fiksi yang dimana kita bisa nerima ‘ini cerita khayalan’ macam harry potter dkk. supernova ini kan novel yang di dalamnya banyak tentang ilmu pengetahuan (entah apa istilahnya) yang ngebuat gue harus berulang kali ngebacanya dan menimbang ‘ini beneran atau cuma karangan?’

ok bagian yang kurang pas menurut gue ada di penjelasan bahwa manusia ini merupakan bagian dari alam semesta yang bisa jadi sama seperti sel yang mana kalau sel dalam tubuh manusia itu mengambarkan seutuhnya manusia itu dan begitu juga dengan alam semesta ini manusia bisa terkoneksi dengan yang lainya seperti titik-titik cakra jadi cukup dengan perjalanan ke dalam dengan bantuan pantogen (kalau ngak salah) seperti yang dilakukan oleh si firas dengan mengkonsumsi jamur khusus bisa terkoneksi dengan mahluk lainya (alien) yang kalau kata gue macam orang kesurupan. itu juga yg dilakukan zarah dengan mengkonsumsi tumbuhan khusus aboga ya kalau ngak salah dia berharap bisa mencari tahu dan berkomunikasi dengan ayahnya. komunikasi lintas dimensi tanpa alat cangih itu rasanya mustahil mungkin karena udah kebanyakan nonton film barat kali ya haha menurut gue penjelasan dee nanggung kurang greget.

setelah baca partikel gue sadar dari buku pertama dee memang keliatan menghilangkan unsur yang namanya agama dan yang terang-terangan di partikel ini . kalau udah bawa tuhan mungkin akan kepentok logika dan imajinasinya. jadi karakter supernova ini bisa dibilang orang-orang yang hidup bebas. padahal ya zarah ini orang islam dan coba kalau dee pelajarin tentang tasawuf. dan konsep didalam agama islam yang ‘apa yang ngak mungkin kalau atas izin allah’ dan digabung dengan ayat yang menerangkan bahwa ‘manusia memiliki kebebasan mengelilingi jagat raya tapi tentu dengan usaha’ bisa jadi konsep tentang alien yang cukup bisa diterima otak.

dan satu lagi  ngak cocok bener dah ya ini novel dibuat drama kelas teri begitu haha gue ngakak aja novel sekeren supernova ada kisah teman makan teman.

terlepas dari rasa kecewa gue partikel banyak bercerita tentang kenyataan hidup. salah satunnya tentang kerusakan lingkungan dan gue setuju bahwa penanaman kembali itu cuma formalitas tidak sebanding dengan pertambahan manusia.

untuk gelombang? mungkin bacanya setelah embun pagi.

Iklan