Dongeng

image

‘Ini ibu budi ‘. Tertulis di dinding papan pondok kami. Dari arang kayu. Entah tulisan siapa. Tapi tulisan itu tidak kami hapus sampai pondok itu roboh karena lapuk.

Buku pertama..

buku pertama yang gue baca itu buku tua yang sudah berwarna coklat dan bolong-bolong karena kutu. Dapet nemu dari pondok orang yang habis dibongkar. Cuma beberapa lembar yang bisa aku baca. Yang aku ingat itu buku puisi atau sejenis itu. “Tak kan lari gunung dikejar”. “Berakir-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Itu bagian yang aku ingat. Dan tulisanya mengunakan ejaan lama!. J jadi y. Jadi ketagihan Kalau keperpustakaan selalu bongkar-bongkar cari buku dengan ejaan lama. Menurut ku buku seperti itu keren sekali.

Bobo. Dulu juga dapatnya yang bekas, yang baru jarang ada dan harganya juga cukup mahal. Jadi harus nabung dulu, jarang kesampaian uangnya lari ke es cream di sekolahan. Gue rasa kalau si riza udah bukan jamanya lagi ya beli bekas haha

Seperti mas dani gue juga suka melahap buku bahasa yang biasanya di bagikan satu meja satu buku setiap awal semester yang dulu itu caturwulan. Dan memang ya datuk maringih terkenal jahatnya padahal belum pernah baca atau nonton itu film siti nurbaya :D.

Komik. Komik pertama yang aku baca itu entah apa judulnya yang berkisah seorang putri terbuang menemukan sebilah pedang di hutan blantara. Sayangnya bagian akhir komik ini robek (bekas). Kata ibu itu pedang ternyata pangeran yang kena kutukan. kalau si petruk jelas kenal ya haha komik horor yang endingnya selalu ketebak :D. Waktu kecil dulu harganya 500 udah agak malah ya di bandingkan semasanya bang jampang.

Novel. Lupa apa yang pertama kali aku baca. Tapak sakti 212? Mas ryan suka itu novel yang berseri cukup panjang? Setan-setan gitu kan ya? Tentang ilmu kanuragan dan perguruan sialat kan?. Yang dulu pernah ada di radio juga kan? :D. Tau tapi belum pernah baca. Sukanya yang model anak singkong seperti yang ibu peri baca. Kisah-kisah tentang orang biasa jadi nggak biasa. Pernah juga baca buku tentang ilmuan-ilmuan dan penemuan mereka. Bahkan buku tulis sekolah ku dulu sengaja beli yang bagian belakangnya ada mereka. Yang masih lekat itu galileo galile.

Waktu itu anaknya om pepen pindah dari bandung sekolah ke kampung. Cantik dan pintar. Gue aja belajar bahasa ingris dari dia. Dia yang dulu mengenalkan monopoli dan buku dongeng anak-anak. Macam yang dibaca mba nadia. Bukunya hardcover dengan kertas yang tebal dan halus. Bergambar dengan warna warni yang ngebuat betah baca berulang-ulang. Ini buku kumpulan dongeng mulai dari dongeng biji kacang buncis, bunga tulip, cinderella semua ada. Yakin harganya mahal. Dulu aja buat beli kisah 25 nabi harus nabung 3 bulanan seharga 40 rebu. Apa lagi itu buku dongeng. Sekarang ini aku rasa harga bukuΒ  kumpulan dongeng itu 200 rebu keatas.

Terimakasih banyak ya buat teman-kawan yang udah mau ikutan GA ini dan makasih juga buat rekomendasi bukunya. Buat mba nadia dan bu peri boleh lah ya kirim alamatnya lewat email ya.. di adejhr@outlook.com .

Ketambahan satu lagi πŸ˜€ si gara ikutan juga. Bener gar gue emang kurang suka novel. Supernova aja cuma sampai yang ke tiga. Memoar of geisha nggak kelar. Mira w cuma luruh kuncuo sebelum berkembang. Laskar pelangi cuma maryama kaprov. Ayat ayat cinta baca setelah filmnya lama tayang dan itu juga belum nonton filmnya. 5 cm jadi salah satu fav gue. Lumayan banyak si haha. Novel kamu buat aku gratis ya gar?. Haha

Iklan