Hai

Baru juga seminggu aku rasa belum bisa dibilang hiatus ya :p kebetulan ini dapat pinjaman handphone dari teman sekamar kost. “Mainin gamenya de”. Ya tugas ku cukup mainin game clash of kings, ngemanage tugas dan jadwal upgrade bangunan istana. Padahal sudah dari hari minggu baru kepikiran hari ini buat download wordpress app :D. Pingin nyakar-nyakar blog yang aku follow tapi lagi kena virus game jadi susah konsentrasi. Serius. Tadi udah sekali sekroll dan we to the ow. Wow.

Ok waktunya cerita-cerita. Posisi sekarang lagi di jakarta. Sebenernya semua sudah terjadwal tapi ya namanya hidup ya selalu ada hal yang di luar dugaan. Sepertihalnya harus bolak-balik lampung jakarta. Yang sekali jalan habis lah 200k. Lima bulan jobsceker jelas dong duit segitu cukup berarti apa lagi tidak ada suntikan dana dari ortu :D. Netbook, tab dan terakhir kemarin henpun cerdas ku juga harus dikorbankan. Sekarang masih ada henpun dari sohib sahabat karib januar shaleh. Henpun kecil dual sim yang batrenya tahan satu mingguan. Sangat membantu. Makan juga masih tiga kali sehari. Hamdalah.

Kata jan kalau semua mau di keluhin ya ada aja yang kurang dan jadi sesalan. Manusiawi katanya. Jadi yang bisa dilakukan ya cuma mengurangi berkeluh-kesah. tapi kalau dipikir lagi ya ada aja yang bisa disyukuri ya bukan?.

Beda lagi reaksi  kak sin..

Masalah ini terasa selamanya.
walau kau tahu api ini pasti akan padam, tapi saat ini ia sedang membakarmu hidup-hidup. itulah dimana letak keyakinan dibutuhkan. Maka bersabarlah saudaraku. Bila masalah ini terasa selamanya bagimu, maka bersabarlah. ingatlah berbagai masalah yang sudah kau lewati dibelakangmu. maka itupun yang akan terjadi dengan masalah ini. maka bersabarlah. Pun semua ini akan berlalu.

Ah bahasa kak sin berat bener.  Ok loncat.

bahagia itu sederhana. Sesederhana kalau dapat kabar ada teman yang lagi di stasiun gambir dan punya waktu buat ngobrol. Apa lagi kalau sampai bermalam di kost-an. Tadi sholat ke masjid sampai netesin air mata. Why? Masih jelas di ingatan ku dulu kita masih SD duduk di tangga rumahnya “kapan ya de kita keluar dari kampung ini”. Dan sekarang kita sama-sama jadi anak rantau. dalam sujut aku berharap kesuksesan bisa menyertai kami berdua.

Saat jauh dari sanak saudara apa lagi orang tua, sahabat sama dengan keluarga.

Iklan