Satu kisah II

Conversation with 

image

>kegilaanmu datang lagi sin.
Aku tau
>selalu disaat yang tepat.
Apa dia tau apa yang sedang ia mainkan?
>sepertinya dia hanya menikmatinya. tak perduli siapa atau apa
Bisakah tolong katakan padanya untuk berhenti.
>aku tak kuasa untuk itu, maafkan aku
Dia membunuhku! 
>aku tau keadaannya
Lakukan sesuatu. atau ini akan bertambah buruk
>apa yang bisa aku lakukan bila kau mengizinkannya bermain-main denganmu
Aku tak pernah menginzinkan siapapun
>semua yang kau rasakan adalah atas izinmu sin
….Bantu aku
>seperti Jibril, ia tak kuasa melakukan sesuatu saat melihat kekasih Allah meng’aduh’ karena perpisahannya dengan dunia. bukan berarti Jibril tidak mencintainya. namun Jibril mengerti ia harus menghadapinya sendiri. untuk kesempurnaannya. sama halnya denganku. 
Apa yang harus aku lakukan? ini menyiksaku.
>… kau tahu. tak ada jalan yang mudah untuk pantas dekat denganNya. kuatkan dirimu.
Andai ini sebuah kesakitan wujud, mungkin aku bisa menangis atau menjerit sekuatku utuk mengalihkan perhatianku dari rasa sakit. tapi ini kegilaan!
>aku mengerti
Dia merusak pikiranku. hidupku. imanku.
>bersabarlah.
Kau tak tau rasanya. aku ingin muntah melihat dunia. memuakan. apa yang mereka lakukan. tapi aku terikat dengannya. aku diikat olehNya. 
>kau boleh katakan apapun dengan lidahmu, pikiranmu, tapi jangan dengan hatimu. ia hanya bermain dengan pikiranmu. bukan hatimu. ia tak sanggup menyentuhnya. 
…Berdoalah untukku
>sin.

>semoga Allah menyelamatkanmu.

>sin.
Ya. 
>bersabarlah.
Akan aku usahakan.
>terima kasih
Untuk apa?
>untuk terus bertahan menolong dirimu. diriku.
kau tau? mungkin mereka menggapku benar-benar gila.
>apa kau terganggu?
tidak.
>maka izinkan mereka mengambil apapun dalam pikirannya.
Sudah adzan.
>ayolah (tersenyum)

image

Iklan