Aku mah apa atuh

Baca tulisanya faris tentang kaum intelektual gue jadi ingat masa kuliah dulu. Ilmu mantiq a.k.a logika, filsafat umum, ahlak tasawuf, ilmu kalam. Nilai gue nggak ada yang A. B mendekati C.

‘Di mana Allah berada?’ itu salah satu pertanyaan dosen waktu saya ujian akhir. Di langit, di mana-mana. apapun jawabanya mengakibatkan pertanyaan baru dan puanjanggggggg. ‘Setelah mati kita ada dimana?’. Alam kubur. ‘Kalau para nabi dan rosul apa juga ada di alam kubur?’. ‘Siapa yang ada di surga pertama kali?’. Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis yang ngebuat gue hampir pingsan :D.

Pemahaman yang kuat dan dasar agama yang bagus.

Aku mah apa atuh. Bukan kaum intelek. Kalau baca di wikipedia kaum intelek itu lebih dari cuma lulusan sarjana. Ini yang ditakutkan dosen dari berfikir bebas. dari mahasiswa labil. Tapi kalau udah lulusan ponpes mungkin beda kasusnya. Memangnya guru ngaji kamu lulusan mana? Apa dia tau ada berapa aliran dalam islam? Syia, murjiah dll dia tau? Mazhab mana dia?. Asbabunnuzul dari ayat yang dia ajarkan apa dia paham?.
Dulu taunya kalau hadis udah jenis soheh buhori muslim itu udah kuat. Ternyata ada yang lebih lagi. Cetek!. Waktu nemu bahasan tentang tawasul aja jadi kebingungan. Gue angkat tangan trus lambaikan ke kamera :D. Temen-temen yang lain santai aja. Gue rasa ini resiko pemikir. Kalau nggak setuju ya sudah abaikan. Beres kan. Bukan malah mikir kenapa begini-begitu blabla. Haha.

Karena itu gue males mikir bebas pas pelajaran logika. Gue pegangin kepala. Gue takut gila. Kalau yang nggak kuat pegangan keyakinanya bisa goyang dan mudah buat dipengaruhi. Teroris, aliran sesat dll bukti bahwa pemahaman kurang dan lemahnya pegangan. Bukan salah mereka juga ya. Kan Kapasitas otak manusia itu tidak sama. Belum lagi imajinasi, sudut pandang dasar pemikiran dll.

Gue bukan nggak sanggup tapi gue lebih milih menjaga diri gue. Gue sadar pemahaman agama gue cetek. Dan pertanyaan seperti itu bisa jadi racun. Kenapa? Ya karena pelajaranya cuma segitu aja. Gue bukan jurusan filsafat dan tau kan apa dampak pemahan yang setengah jadi?. Hadist tentang poligami aja begitu dampaknya apa lagi ini tentang eksistensi tuhan dan manusia dkk, dll, dst.

Yakini apa yang sudah kamu yakini. Rukun iman dan rukun islam. Menjalakan apa yang menjadi perintah dan menjauhi segala larangaNya. Tetap berpikiran terbuka dan selalu belajar untuk lebih baik lagi ibadahnya, biar makin tau mana yang sunah, makruh, dll. 

Huh. Abaikan. Aku mah apa atuh. Ini Cuma tulisan orang bodoh yang masih sering nunda-nunda sholat.

Iklan