Deret Angka

image

Ada anak B nyempil satu. Itu yang di belakang ku, si ryan. Haha. Yang deket si nanda di belakang gista, itu roisun tadinya juga anak B tapi pindah ke kelas A.

Sebenernya pembagian kelas bukan berdasarkan prestasi dan semua bebas pindah kelas, asal konfirmasi ke dosen yang bersangkutan. Kalau di smp dan sma seingat ku tidak boleh pinda kelas. Nostalgia dulu ya. Waktu SMA kelas di bedakan dengan angka. X.1 X.2 dst. kalau di SMP pake kelas abc. Sepanjang yang saya tau, pembagian kelas itu muridnya di acak. Jadi bukan berarti yang ada di kelas A lebih pintar dari kelas B.
Untuk SMP aku lupa, untuk SMA kalau di nilai dari prestasi semester pertama juara umum ada di kelas X.3 dan semester dua yang juara umum X.7. kalau di perkuliahan IPK tertinggi itu ada di kelas A.

IMO sebagai orang yang terbuang di kelas c dan X.7. pembagian kelas dengan penomeran atau huruf yang berurutan ini sedikit banyak berpengaruh dengan prestasi ( ini saya sadari setelah di bangku kuliah).  Seringnya Pada hasil akhir kelas A lebih mencolok dari kelas B. Ini mungkin Karena mindset yang sudah tercetak di kepala khusunya saya pribadi ‘A itu lebih baik dari B’. begitupun kelas X.1 lebih baik dari kelas X yang lainya. Jadinya minat belajar itu melempem, ini yang saya rasakan.  Ada yang merasa seperti itu?. Apa lagi kalau ada kelas ungulan yang mana pembelajaranya dibedakan. Kok aku jadi penasaran ya “pengaruh pembagian kelas dengan penomeran atau angka secara urut terhadap minat belajar dan prestasi murid study kasus di SMP X?” bagus ya buat di jadiin judul penelitian :D. Atau sudah ada penelitianya? Boleh dong infonya..

Iklan