16c 38 21

Melihat mereka sarapan nasi lauknya telur plus kecap. Rasanya kok gimana gitu ya. Kalau kata kaka kost ya karena ingat masa lalu. Dengar kata itu Aku cuma senyum. Sudah 7 tahun. 16c.

Dari hari minggu kemarin bermalam di sini. Dulu waktu SMA kost di sini satu tahun. Kelas tiga. Karena mulai les sepulang sekolah jadi pulangnya selalu sore dan sering nggak kebagian angkot. Jalan kaki 5km. Capek.

Minggu-minggu pertama kost setiap pulang sekolah langsung ngamar. Sholat isya aja sekalian sholat malam. Capek. Matematika dan fisika menguras pikiran, belum lagi stress mau ujian. Karena kebiasan ini akhirnya kaka kost masuk kamar ngajak ngobrol,gajak makan di luar. Dari obrolan aku tau ternyata dia kira saya ini sedikit gila :D. Semenjak itu anak kost yang lainya mulai suka duduk di dalam kamar.Β  Kak eka, kak made, ketut dan agus. Kalau kata kaka kost angkatan kami paling berkesan. Dan paling banyak yang akrab sampai saat ini, termasuk saya.

Kadang suka mikir. Kenapa ya orang yang pernah ngalamin masa sulit khususnya dalam hal ekonomi kok bisa jadi sombong. Padahal kalau pulkam lewat depan kost-an, tapi tidak pernah mampir. Itu kata kaka kost.

Di sini, lampung. Tiga kali pindah kost-an. Ngedeketin kampus. Setiap pindah itu selalu dapat sahabat baru. Di 38 ini ibu kostnya kurang asik tapi anak kostnya asik-asik. Yang buat nyama itu ada dua, tempatnya atau orang-orang yang ada di situ. Di sini aku kenal eka. Banyak kenangan manis di sana dengan tingkah kita yang sedikit gila.

Selikor tawes. Di sini kenal taufik dan sigit. Mbah juga baik, mas arif, mas madi juga asik. Kalau main ke sana pasti di suruh nginep.

Kata kaka kost di manapun itu tergantung pembawaan kitanya. Kalau aku memang cari tempat kost yang gandeng dengan rumah yang punya kost. Mereka itu seperti rambu-rambu, tanda peringatan. Yang selalu jadi pengingat jangan begini-begitu. Lebih jauh lagi mereka sebagai penganti keluarga yang jauh di sana. Saat kost pun merasa seperti rumah sendiri. Halaman kotor ya di sapu, matiin lampu di ruangan yang tidak terpakai, nyalain air kalau bak mandi kosong, saling mengingatkan satu sama lain. Hal sepele seperti ini mampu membangun kedekatan yang mana akhirnya mereka jadi seperti keluarga sendiri.

Saat jauh dari keluarga maka orang di dekat kita ya itu keluarga kita.

Dengan mereka ini walaupun jarang komunikasi dan bertahun tidak bertemu dan ketika bertemu lagi rasanya sama saja seperti setiap hari tatap muka. Untuk saat ini seperti itu, tapi entah kalau umur nambah sepuluh lagi. Yang jelas mereka ini akan jadi orang baik dalam cerita untuk anak ku nanti.

Iklan